Maha Benar Sabda Rasulullah Dalam Hadits Suara Ummat Islam Jadi Rebutan 5/5 (1)

113 Likes Comment
Ummat Akhir Zaman

Jagoanbranding.com – Akhir – Akhir Ini Kita Di Sibukan dengan Perkara Perkara Politik Dan Berbagai Macam Fitnah Yang Di Bentur Benturkan, Dan Ketidak Rukunan Antara Sesama Ummat Islam.

Sehingga Banyak Oknum Yang Memanfaatkan Moment – Moment Ini sebagai Waktu Yang tepat Untuk Memecah Belah Kaum Muslimin Dan Mengelompokanya Ke Kelompok Kelompok Yang Menganggap Dirinya Mengklaim Paling Benar.

Sehingga Permusuhan Antara Sesama Muslim pun Yang Di dalam hatinya Terdapat Kalimat لا إله إلا الله  Terjadi Pertikaian . Berikut Di Ambil Sebuah Catatan Yang Di Tulis Pada 24  April 2008 Oleh Seorang ustadz Yang di Ambil dari Firman Dan Sabda Nabi terjadi Saat Ini.

Oleh: Ust. Adjie Muslim

الحمد لله، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لاشريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله لا نبي بعده. اللهم صل على نبينا محمد وعلى أله وأصحابه ومن تبعه ومن واله ومن اتبعه. ماشاء الله كان ومالم يشأ لم يكن ولاحول ولا قوة إلابالله. أما بعد: قال الله تعالى أعوذ بالله من الشيطان الرجيــم. ياأيهـا الذين أمنوااتقو الله حق تقـاته ولا تموتن إلاوأنتم مسلمون، واعتصموابحبل الله جميعـــا ولاتفرقوا….الآية.

Pada masa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam, umat Islam dalam kondisi yang baik, sebab pada waktu itu persatuan dan kesatuan umat Islam masih utuh. Pada waktu itu hubungan antara Nabi sebagai peminpin dengan para sahabat sebagai yang dipimpin menunjukan keserasian, sejalan dengan tuntunan Islam yang dibawa oleh Nabinya. Dengan ‘aqidah yang kuat dan tujuan yang sama, yaitu menegakkan kalimat-kalimat Allah di muka bumi ini, maka persatuan dan kesatuan mereka makin kuat bangga tercapailah keagungan dan kejayaan Islam.

Namun pada saat itu Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam sudah memberi isyarat kepada para sahabatnya tentang keadaan umat Islam di akhir zaman. Umat Islam akan dijadikan rebutan oleh orang-orang selain Islam sebagaimana sabda beliau yang diriwayatkan oleh Imam Abu daud:

يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ( رواه أبوداود)

“ Akan datang suatu masa, umat lain akan memperebutkan kamu, ibarat orang-orang yang lapar memperebutkan makanan dalam hidangan. Sahabat bertanya, “Apakah pada waktu itu jumlah kami hnya sedikit, ya Rasulallah?” Beliau menjawab, ” Bukan, bahkan sesungguhnya jumlah kamu saat itu banyak, tetapi kualitas kamu ibarat buih yang terapung-apung di atas air bah dan Allah akan mencabut wibawamu atas musuhmu serta jiwamu akan tertanam wahn (kelemahan jiwa). Sahabat bertanya,” Apa yang dimaksud kelemahan jiwa ya Rasulallah?” Beliau menjawab, yaitu cinta dunia dan takut mati.” ( HR. Abu Daud)

Sudara kaum muslimin yang berbahagia.

Cinta Dunia Takut MatiSungguh tepat isyarat Rasulallah Shallallaahu ‘alaihi wasallam itu, bahwa pada akhir zaman nanti, umat Islam akan mengalami perubahan, kualitas umat akan menurun secara derastis, persatuan dan kesatuan akan pudar, umat lain akan berdatangan berebut dan memanfaatkan. Ibarat makanan yang menjadi santapan orang-orang yang lapar, dan ibarat buih yang terapung di atas air, akan terhempas kemana saja menurut aliran air yang membawanya. Dalam sabda beliau disebutkan, bahwa penyebab utama umat Islam kualitasnya menurun adalah” hubbub dunya” dan karahiatul maut,” cinta dunia dan takut mati.

CINTA DUNIA

Di antara penyakit jiwa yang melumpuhkan kekuatan umat Islam adalah cinta dunia. Karena sudah dihinggapi penyakit cinta dunia, maka semua usaha dan keinginannya dipusatkan untuk mencapai kesenangan dunia semata-mata. Usahanya diperhitungkan dengan keuntungan dunia, sekalipun usaha itu merugikan orang lain. Lantaran itu semangat perjuangannya makin hari makin menurun, bahkan rasa untuk membela keagungan Islam sudah tidak ada lagi. Penyebaran Islam senantiasa diukur dengan material, bila menguntungkan dirinya mau berjuang, dan bila dipandang kurang menguntungkan lebih baik diam saja. Sesungguhnya sebagian muslimin sekarang ini tidak hanya sekedar cinta, tapi sudah rakus dengan dunia.

Memang dunia ini manis rasanya dan baik pandangannya, maka banyak manusia yang terperangkap dengan manisnya sampai mati di dalammya. Dan banyak manusia yang silau dengan keindahannya sampai tidak tahu mana yang halal dan mana yang haram, mana yang baik dan mana yang berbahaya. Rasullallah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ وَإِنَّ اللَّهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ ( رواه مسلم)

“sesungguhnya dunia itu manis, yang hijau (baik dipandang) dan sesungguhnya Allah itu menjadikan kamu sebagai Khalifah (untuk mengatur) di dalamnya,Allah akan melihat apa yang kamu kerjakan, maka takutlah pada dunia dan takutlah kepada wanita, sesungguhnya pertamanya fitnah yang melanda Bani Israil adalah wanita.” ( H R. Muslim )

Apabila umat Islam sudah mengagungkan dunia, enggan dengan perjuangan dan tidak lagi berani menganjurkan yang baik serta melarang yang mungkar, maka Allah akan mencabut keberkahan wahyu. Sebagaimana disinyalir oleh Rasullallah Shallallahu’alaihi wa sallam:

إذا عظمت أمتي الدنيا نزعت منها هيبة الإسلام وإذا تركت الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر حرمت بركة الوحي ( رواه الترمذي)

“Apabila umatku mengagungkan dunia maka di cabutlah kehebatan islam darinya. Dan apabila meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar, maka terdindinglah keberkahan wahyunya.” ( H R. Turmidzi )

TAKUT MATI

Mengapa takut mati? Padahal semua yang bernyawa pasti akan merasakan mati, takut mati termasuk salah satu diantara penyakit umat Islam dalam perjuangannya. Sebab takut mati, dalam perjuangan akan diliputi rasa kekhawatiran akan terkena resiko, khawatir terkena luka dan sebagainya. Akibatnya, mau berjuang asal tidak ada resiko yang menimpa, asal dirinya selamat, dan untuk menyelamatkan diri maka dalam memperjuangkan Islam bisa memutar balikan kenyataan. Yang haq dikatakan bathil, yang bathil dikatakan haq. Yang halal dikatakan haram, dan yang haram dikatakan halal. Karena takut mati dan takut menanggung resiko sebelum berjuang sudah diliputi rasa was-was, seolah-olah kalah sebelum bertanding ( kumeok memeh dipacok) .

Dengan demikian perjuangan Islam akan lumpuh, umat Islam dengan mudah diperdaya orang lain, gampang diambil manfaat orang lain untuk kepentingan duniawi semata.

Untuk mengembalikan citra Islam dan umat Islam, agar tetap tegar di bumi ini, Islam tetap di atas segala-segalanya, Islam tidak bisa dikalahkan orang lain, maka Penyakit “cinta dunia” dan “takut mati” segera diobati. Siapa yang akan mau mengobati penyakit itu, kalau tidak umat Islam sendiri? Orang lain akan tertawa melihat umat Islam dirundung kelemahan, ditimpa kehinaan, diporak-porandakan persatuannya.

Untuk mengobati penyakit “cinta dunia” dan “takut mati” agar umat Islam tidak ditimpa kehinaan, maka kembalilah kepada konsep Islam itu sendiri. Yaitu menjalin hubungan baik kepada Allah sebagai Kholiq dan menjalin hubungan baik dengan sesama manusia. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 112:

ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ

” Ditimpakan atas mereka kehinaan, dimana saja mereka berada, melainkan (mereka) yang menjalin hubungan dengan Allah dan hubungan dengan manusia.”

Hablumminallah adalah syariat Islam yang lengkap dan sempurna sebagai mana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا….

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (Agama) Allah seraya berjamaah, dan jangan lah berfirqoh-firqoh.”

Rasullallah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

َالْجَمَـاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ

” Berjamaah itu adalah rahmat dan berfirqoh-firqoh itu adalah azab”

(HR. Ahmad dari Nu’man bin Basyir)

تَلْزَمُ جَمَـاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ

“Tetapilah jamaah Muslimin dan imam mereka.”(HR Bukhari-Muslim)

Hablumminannas adalah menjalin hubungan dengan manusia yaitu merapatkan shaf dengan sesama muslim serta penuh kasih sayang, mahabbah dan tasamuh (lapang dada). Sedangkan dengan non muslim berpegang kepada Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ(2)

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebaikan dan taqwa dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran . dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah maha berat siksaannya”

Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

خير النـاس أنفعهم للنـاس

ٍٍ“Sebaik-baik manusia itu orang yang palin bermanfaat untuk manusia.”(Al-Hadits)

Cileungsi, 9 R a j a b 1427

5 Agustus 2006

Sumber : https://mttpusat.wordpress.com/2008/04/24/umat-islam-jadi-rebutan

  • 13
    Shares

You might like