Pernyataan Mengenal Rasulullah Saw. dan Para Sahabat Dalam Berbagai Kitab 5/5 (2)

26 Likes Comment
Rasulullah

Ahmad meriwayatkan dari Atha’ bin Yasar, katanya: Aku berjumpa dengan Abdullah bin Amr bin al Ash rhum, dan berkata kepadanya tahukan kepadaku mengenal sifat-sifat Rasulullah yang tersebut di

Taurat. Jawabnya, “Baiklah, demi Allah! Baginda disifatkan dalam Taurat seperti yang dinyatakan di dalam al Quran, yaitu, ‘Wahai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pemberi berita gembira, pembawa berita ancaman dan sebagai pelindung bagi orang-orang yang ummi. Engkau adalah hamba dan pesuruh-Ku, Aku menamakanmu sebagai mutawakkil (orang yang bertawakal), engkau bukan seorang yang buruk akhlak lagi keras dan bukan seorang yang suka berteriak di pasar. Tidak juga membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan selalu memaafkan dan mengampuni Allah tidak akan mengambil nyawanya selagi mereka belum menegakan agama yang bengkok dengan kalimat laa illaha ilallaah. Dengannya ia akan membuka mata yang buta, telinga yang tuli dan qalbu-qalbu yang tertutup

Al Bukhari meriwayatkan hadits seperti itu dari Ábdullah, sedane Baihaqi dari Ibnu Salam, dan dalam satu riwayat: “Sampai Dia meluruskan agama yang bengkok dengannya.” Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ka’b bin Ahbar dengan isi yang sama. Al Baihaqi meriwayatkan hadits itu dari Aisyah r.ha. secara ringkas

Rasulullah

Wahab bin Munabbih meriwayatkan bahwa Allah Swt. telah mewahyukan kepada Nabi Dawud a.s. di dalam kitab Zabur, “Hai Dawud, sesungguhnya akan datang selepas kamu, seorang nabi yang bernama Ahmad atau Muhammad, seorang yang jujur dan sebagai seorang sayyid (penghulu). Aku tidak akan murka kepadanya selama-lamanya, dan ia juga tidak menyebabkan Aku murka kepadanya selama-lamanya. Dan sesungguhnya Aku telah mengampuni segala dosanya yang lalu dan yang akan datang, sebelum ia memaksiati Aku. Umatnya adalah umat yang dirahmati, Aku mengaruniakan kepada mereka ibadah nawafil sebagaimana Aku telah mengarunia kannya kepada para Nabi dan Aku telah menetapkan atas mereka ibadah ibadah fardhu seperti yang telah Aku tetapkan atas para Nabi dan Rasul, sampai mereka datang kepada-Ku pada hari kiamat. Dan cahaya mereka adalah seumpama cahaya para Nabi….” sampai pada firman-Nya: “Hai Dawud! Sesungguhnya Aku melebihkan Muhammad dan umatnya di atas seluruh umat.”

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab al Hilyah (5/386) dari Sa’id bin Hilal bahwa Abdullah bin Amr berkata kepada Ka’b, “Kabarkan kepadaku mengenai sifat Muhammad saw. dan umatnya.”

Ka’b berkata, “Aku mendapatkannya di dalam kitab Allah (Taurat) yang berbunyi, ‘Sesungguhnya Ahmad dan umatnya adalah orang-orang yang selalu memuji Allah Jalla wa ‘Ala dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Mereka membesarkan Allah (bertakbir) di setiap tempat yang tinggi dan mensucikan Allah (tasbih) di setiap tempat. Teriakan mereka menem bus langit, suara mereka ketika mendirikan shalat seperti dengungan lebah di atas batu. Mereka berbaris di dalam shaf untuk mendirikan shalat seperti barisnya para malaikat, dan mereka berbaris dalam peperangan seperti ba. risnya mereka di dalam shalat. Apabila mereka berperang di jalan Allah, maka malaikat-malaikat menjaga mereka di bagian depan dan belakang de ngan tombak yang kuat. Apabila mereka menghadirkan diri dalam barisan pertempuran di jalan Allah, Allah akan menaungi mereka – dan Ka’b ber isyarat dengan tangannya – sebagaimana burung nasar yang menaungi sa rangnya dan mereka tidak melarikan diri dari medan peperangan sedikit pun.”

Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim dengan sanad yang lain, bersum ber dari Kab. “Muhammad dan umatnya senantiasa memuji Allah pada se tiap keadaan, membesarkan Allah (bertakbir) di setiap tempat tinggi, senan tiasa mengawasi matahari (untuk mengetahui waktu shalat), mereka men dirikan shalat lima waktu dalam sehari tepat pada waktunya, walaupun me. reka sedang berada di tempat yang kotor. Mereka mengikatkan kain mere ka dari pinggang sampai kedua lutut dan menuangkan air pada anggota anggota wudhu’ dengan sempurna.”

Abu Nu’aim juga meriwayatkan kabar ini dengan sanad yang lain,

bersumber dari Ka’b, secara panjang lebar.

You might like